Header Ads

Wahai Politisi: Jangan Jual Negara Ini!

Politisi itu sering mengaku punya sikap nasionalisme dan patriotisme. Namun, sebagaian besar politisi malah menggadai nasionalismenya dengan membuat undang-undang yang menjual negaranya.

Itulah yang disampaikan Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen, Sebastian Salang, saat berdiskusi dengan Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, beserta jajaran pengurus, di Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Menurut Sebastian, para calon legislatif (caleg) yang nanti akan duduk di DPR harus bisa memberikan contoh bagi perbaikan kerja partai dan kinerja anggota dewan kepada masyarakat. Caranya, antara lain dengan membuat regulasi tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri. "Kebijakan DPR itu seharusnya mengutamakan kepentingan bangsa, bukan partai atau pribadi," kata Sebastian seperti dikutip Kantor Berita Antara, kemarin (25/2/2014 -red).

Elite parpol harus tegas menghukum anggotanya jika berbuat salah atau tidak sesuai dengan garis perjuangan rakyat. Parpol jangan menunggu reaksi publik jika ada anggota DPR yang malas bekerja. "Masyarakat sudah marah dan muak dengan anggota yang malas. Seharusnya partai politiknya bertindak tegas dengan menghukum anggotanya. Tidak perlu sampai diteriaki publik," kata Sebastian.

Kepentingan Sesaat

Di pihak lain, Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, mengatakan, para anggota legislatif kerap menggunakan wewenangnya untuk kepentingan sesaat saja. Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan kebijakan moratorium pemekaran daerah. Namun, menjelang pemilu, DPR malah membuka 'keran' itu untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja.

"Hal-hal mendasar dan filosofis harus dibangkitkan kembali. Pemimpin negara kita saat ini tidak punya nilai moralitas. Kita sudah lihat bahwa pemekaran daerah itu malah membuat meningkatnya praktik korupsi," kata Surya Paloh.

Surya pun menekankan pentingnya membangkitkan kembali kesadaran dan idealisme berpolitik di Indonesia. Sebab, sistem demokrasi Indonesia yang dibangun saat ini tidak mencirikan idealisme Pancasila sebagai landasan politik. "Praktik transaksional dan pragmatisme merajalela. Hancurlah negara kita," kata Surya paloh.

Menurut Paloh, Indonesia membutuhkan pemimpin yang visioner, berani, serta tegas sehingga mampu menjalankan pemerintahan yang kuat dan mampu membawa bangsa ini besar di mata internasional. Sebab, kondisi negara Indonesia saat ini sudah sangat parah. Daya saing Indonesia dengan bangsa lain pun sangat lemah. "Disiplin negara kita rendah, etos kerja juga rendah, belum lagi praktik penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan para elite bangsa," tuturnya.

@ @ @

Wahai Polisi: Ingat! Jangan Jual Negara Ini!


A-109/A-130 H.U. "Pikiran Rakyat", JOY DEDICATION Blog | 26/Feb/2014(2)-Daraoraura

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.